-
Enter Slide 1 Title Here
This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
-
Enter Slide 2 Title Here
This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
-
Enter Slide 3 Title Here
This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
-
Enter Slide 4 Title Here
This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
-
Enter Slide 5 Title Here
This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
Jumat, 11 Januari 2013
Jumat, 04 Januari 2013
Jumat, 16 November 2012
Nutrisi Otak ada di Makanan yang Tepat
Bisa dibayangkan wajah cantik, wajah ganteng tapi daya otaknya lemot..
Berikut ada 6 jenis makanan/buah yang telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan otak kita.
Walnuts (Kenari)
Jika kita melihat bentuknya sangat kecil tapi sangat bagus isinya..itu menggambarkan otak kita..
Kenari mengandung jumlah tinggi antioksidan, yang beberapa peneliti mengatakan mungkin memerangi kerusakan DNA sel-sel otak 'yang disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh kita.
Dan Sebuah Penelitian pada tahun 2010 pada Konferensi Internasional tentang Penyakit Alzheimer melaporkan bahwa pada hewan uji coba (Tikus) menunjukkan koordinasi belajar, memori dan motorik Alzheimer membaik setelah diberi makan Kenari.
Wortel
Selama Ini wortel banyak dikenal bagus untuk mata karena Vitamin A..ternyata wortel juga bagus untuk otak kita. Wortel Memiliki senyawa yang disebut Luteolin yang dapat mengurngi defisit memori yang berhubungan dengan usia dan peradangan otak.
Selain wortel Minyak Zaitun, Paprika dan Seledri juga tinggi akan Luteolin.
Berries
Salah satu studi, diterbitkan pada 2010 dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa setelah 12 minggu suplemen harian jus blueberry liar, sembilan orang dewasa yang lebih tua yang telah mulai mengalami masalah memori sedikit menunjukkan pembelajaran yang lebih baik dan kemampuan ingatan daripada kelompok serupa dewasa yang tidak mengkonsumsi suplemen ini. Kelompok blueberry juga menunjukkan gejala pengurangan depresi.
Ikan
Ikan mengandung Omega 3 Asam Lemak yang membantu memperlambat penurunan kognitif karena faktor usia. Ikan juga mengandung Vitamin B12 yang dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. Pada sebuah studi tahun 2005 dalam jurnal Neurology menemukan bahwa 65 Orang mengkonsumsi dua porsi ikan dalam seminggu selama 6 tahun mengalami penurunan 13 % dari penurunan kognitif dibandingkan orang yang tidak mengkonsumsi ikan secara teratur, serta orang yang mengkonsumsi ikan dalam seminggu memiliki penurunan 10 % dari masalah kognitif mereka.
Kopi dan Teh
Tidak salah banyak orang tua dahulu suka mengkonsumsi kopi, ternyata kopi dapat mencegah terjadinya Alzheimer dan dapat meningkatkan fungsi kognitif.
Dalam Studi Yang dikepalai oleh DR Chuanhai Cao dari Universitas Florida Selatan, disebutkan bahwa kelompok paruh baya dengan tanda gangguan memori ringan yang rutin meminum kopi sekitar tiga cangkir perhari, tidak akan masuk ke tahap Alzheimer atau paling tidak mengalami penundaan yang signifikan.
Teh Menunjukkan efek perlindungan pada otak. Peminum teh mempunyai memori yang baik dibandingkan yang tidak meminum teh. (Studi di tahun 2010 dari 716 orang dewasa dan 55 lanjut usia di Cina)
Tapi yang teh hangat ya supaya sesuai dengan suhu dalam tubuh (Dingin akan menyebabkan Vasokontriksi/Penyempitan pembuluh tubuh)
Bayam
Ingat Popeye si Pelaut yang hobi makan Bayam..ternyata itu sebuah pelajaran yang berharga..walau bukan untuk kekuatan, disini bayam banyak mengandung vitamin C dan Vitamin E yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif
Sebuah Studi di tahun 2000 an..di Jurnal Gerontology yang dilakukan pada hewan uji coba (tikus) ternyata dapat meningkatkan 500-900 % jaringan di Otak, selain itu pada penelitian disimpulkan pula bahwa hewan uji coba yang sudah tua dan mengalami penurunan memori dapat memperbaiki memori yang mulai menurun akibat proses penuaan..
Rabu, 07 November 2012
Hidup Sehat, Tubuh Kuat dengan Jantung Sehat
Sebelumnya telah dibahas tentang Efek dari pijatan pada Os Sakrum..
Sekarang akan kita coba bahas tentang Pompa Jantung..
Sebagaimana kita ketahui, jantung kita dalam 1 menit memompa sebanyak 60-100 kali..
Hal yang luar biasa..tanpa henti memompa walaupun kita sedang tidur, tetap memompa sebanyak 60-100 kali/menit.
Apa yang terjadi seandainya lebih dari 100 kali/menit???
Penyakit jantung pun akan mengintai kita..
Pernahkah anda fitness??
Apa yang terjadi apabila otot anda digerakkan terus menerus dengan beban berlebih..???
Sama halnya dengan otot jantung kita, dengan bertambah besarnya otot jantung kita maka daya/ruang tampung didalam jantung ikut berkurang..
Akibatnya jantung akan lebih cepat lagi memompa untuk bisa memenuhi kebutuhan tubuh kita. Maka tidak lagi memompa 100 kali/menit, bisa jadi memompa 130 kali/menit..
Kira-kira faktor apa saja yang bisa menyebabkan Jantung Memompa Lebih Cepat tadi???
Pasti Anda Semua pernah marahkan??
Obat-obatan juga menjadi faktor pencetus hal ini..
Anda pasti sering mendengar obat kuat (baik obat kuat dalam hal stamina atau obat kuat dalam hal hubungan seksual)
Obat ini juga meningkatkan kerja jantung, agar jantung lebih cepat memompa darah keseluruh tubuh yang akan membuat tubuh kita lebih segar n kuat karena banyaknya suplai darah yang mengalir, akan tetapi dilain sisi, efeknya juga membahayakan untuk jantung, jantung akan terbiasa berdetak lebih kencang dan akhirnya terbiasa dan terbiasa..dan jadi besar otot jantung lalu sempit ruang jantung lalu ya kembali kepemaparan diatas tadi tuh..(Jadi untuk tubuh yang segar dan kuat cukup dengan istirahat dan makan yang cukup, tidak perlu menggunakan suplemen kecuali karena suatu indikasi)
Obesitas juga menjadi faktor pencetus dari masalah ini..
Dengan bertambahnya lemak dalam tubuh seseorang maka ruang gerak dari jantung juga semakin terbatas..mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat lagi untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang kurang memadai akibat daya pompa jantung yang berkurang.
Kemudian Ada lagi yang bertanya...
Bagaimana dengan saat kita berolah raga??
Bukannya jantung kita juga berdetak lebih cepat...apa bisa menyebabkan hal diatas tadi...
Hehehe...itu akan kita bahas pada topik selanjutnya ya..
Oke..
Silahkan beri komentar yang positif dan membangun ya..
Tq
Selasa, 06 November 2012
Jumat, 19 Oktober 2012
Efek Pijatan di Tulang Sakrum Pada Nyeri Ibu Inpartu
Mulai Pagi, siang sampai jam 9 malam memijat punggung bagian bawah istri..
Satu tangan diremas karena kesakitan sedangkan tangan satunya memijat tulang antara lumbal bawah dengan sakrum (tepatnya sedikit kearah atas dari pantat atau sejajar dengan tulang panggul)
Ternyata benar adanya, dengan memijat pada wilayah sakrum dapat meminimalkan nyeri pada saat kontraksi muncul.
Banyaknya serabut syaraf yang ada disana merupakan salah satu pencetus kurangnya nyeri saat dilakukan masase (pijat) pada daerah tulang belakang. Selain itu dengan adanya rasa nyaman karena pijatan akan memunculkan hormon endorphin yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada nyeri tersebut.
Dikarenakan penekanan janin itu dibagian lumbal bawah, sakrum dan kearah koksigis jadi rasa nyeri juga muncul diwilayah tersebut. Nah dengan dilakukan massase pada wilayah tersebut maka rasa nyeri dapat diminimalisir.
Yaah walaupun lumayan pegal tangan, tapi lumayan menghilangkan nyeri saat kontraksi muncul, walaupun tetap dengan menggabungkan teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi.
Minggu, 16 September 2012
Kondisi Anak Indonesia Kita
Miris banget saat mendapat broadcast dari temen, awalnya tidak percaya lalu buktiin sendiri dengan membuka link republika. Membandingkan dengan fenomena yang terjadi, saat ini anak yang akan memasuki sekolah diwajibkan telah bisa membaca dan menulis secara minimalis serta ada yang membuat tes masuk sekolah dasar seperti mencari kerja, ada wawancara dan test tulis.
Padahal jika kita lihat dari segi perkembangan anak (menurut sigmun freud), kepribadian sebagian besar kepribadian dibentuk pada usia lima tahun. itu sebabnya mengapa usia lima tahun pada anak banyak disebut "Gold Period". Awal perkembangan ini (Usia 0 - 5 tahun anak) berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian dan terus mempengaruhi perilaku anak dikemudian hari.
Melihat di republika, balita sudah banyak yang diajari membaca, menulis dan berhitung (calistung) dan orang tua merasa bangga apabila melihat anaknya saat masih kecil sudah bisa calistung.
Hal ini sangat bertentangan dengan teori perkembangan anak. Saat usia Todler (1-3 tahun) ataupun usia prasekolah (3-6 tahun) kebanyakan mereka adalah ingin bermain, jika usia tersebut sudah dimasukkan pembelajaran membaca, menulis dan berhitung (calistung) maka kesempatan anak untuk bermain akan berkurang, serta anak juga akan dipaksa untuk berfikir lebih ekstra dari pada bermain.
Saya sangat setuju sekali dengan kebijaksanaan pemerintah tentang hal ini sudah membuat peraturan pemerintah no. 17 tahun 2010 pasal 69 dan pasal 70. Dalam Peraturan pemerintah tersebut diatur untuk masuk Sekolah Dasar (SD) atau sederajat tidak didasarkan pada tes baca, tulis, hitung atau tes lainya. Jadi tidak ada alasan bagi pihak penyelenggara pendidikaan untuk menggelar tes masuk bagi calon peserta didiknya.
Tes masuk baca, tulis, hitung (calistung) semestinya dilakukan untuk mengetahui metode yang akan diambil oleh tim pengajar saat anak masuk sekolah, bukan untuk menentukan lulus atau tidak anak tersebut masuk dalam suatu sekolah dasar.
Kita hanya bisa berharap semoga pihak penyelenggara pendidikan dan masyarakat tahu tentang ini semua dan mulai mendidik anak dengan bijak. Anak pandai bukan hanya dilihat dari intelektualnya (IQ) saja, melainkan Emosionalnya (EQ) juga dipertimbangkan.
Selasa, 11 September 2012
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP KECERDASAN EMOSI PADA ANAK AUTIS
Latar Belakang : Musik terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Inteligent Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Anak autis mengalami gangguan perkembangan yang kompleks sehingga mengakibatkan gangguan pada perkembangan komunikasi, perilaku dan kecerdasan emosionalnya.
Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap kecerdasan emosi pada anak autis.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperiment, One-group pra-post test design dengan populasi seluruh siswa siswi di Pusat Terapi Autis Cahaya Ananda Kepatihan Tulungagung. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi sebanyak 16 responden dengan teknik pengambilan sampling secara Total Sampling. Waktu penelitian dimulai tanggal 10 Maret - 30 Maret 2012. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Data yang telah terkumpul diolah dengan uji statistik Wilcoxon dengan kemaknaan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kecerdasan emosional anak autis yaitu kecerdasan emosional sebelum terapi musik sebagian besar adalah cukup yaitu 8 responden (50 %) dari 16 responden, dan sesudah terapi musik sebagian besar adalah cukup yaitu 7 responden (43%) dari 16 responden.
Kesimpulan : Ada pengaruh terapi musik klasik terhadap kecerdasan emosional anak autis dengan uji wilcoxon dengan hasil p-value = 0,007 yang berarti kurang dari 0,05, sehingga tolak H0, yang berarti ada pengaruh terapi musik klasik terhadap kecerdasan emosi pada anak autis
Kata Kunci : Terapi musik klasik, kecerdasan emosional, anak autis
Pendahuluan
Musik terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembanngan IQ (Intelegent Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik (Christanday,2007). IQ menyumbang paling banyak 20% bagi kesuksesan hidup seseorang, sedangkan 80% ditentukan oleh Emotional Quotient (EQ). Kecerdasan akademis praktis tidak menawarkan persiapan untuk menghadapi gejolak yang ditimbulkan oleh kesulitan hidup. Banyak bukti yang memperlihatkan bahwa orang yang secara emosional cakap mengetahui dan menangani perasaan mereka sendiri dengan baik, serta mampu membaca dan menghadapi perasaan orang lain dengan efektif, memiliki keuntungan dalam setiap bidang kehidupan (Anonymous, 2004). Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi, dengan demikian pola asuh yang diterapkan pada anak harus mencakup hal-hal yang mendukung terciptanya peningkatan kecerdasan emosi pada anak, pemberian pola asuh yang baik akan sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi pada anak dan perkembangan sosial anak, oleh sebab itu seorang ayah juga wajib berperan aktif dalam memberikan asuhan pada anak.
Autisme adalah sebuah sindrom gangguan perkembangan system syaraf pusat yang ditemukan pada sejumlah anak ketika masa kanak – kanak hingga masa sesudahnnya (Purwati, 2007). Salah satu penyebab autis dapat dikarenakan adanya kelainan pada otak anak, yang berhubungan dengan jumlah sel syaraf, baik itu selama kehamilan maupun setelah persalinan, kemudian juga disebabkan adanya kongenital Rubella, Herpez Simplex Enchepalitis, dan Cytomegalovirus Infection (Kurniasih, 2002).
Prevalensi autisme pada anak berkisar 2 – 5 penderita dari 10.000 anak – anak dibawah 12 tahun. Sedangkan prevalensi anak autis disertai dengan keterbelakangan mental perbandinganya meningkat, sebanyak 20 pasien dari 10.000 anak (Pratiwi, 2007). Adapun rasio perbandingannya 3 anak laki – laki dan 1 anak perempuan (3 : 1). Dengan kata lain, anak laki – laki lebih rentan menyandang sindrom autisme dibandingkan anak perempuan. Bahkan diprediksikan oleh para ahli bahwa kuantitas anak autisme pada tahun 2010 akan mencapai 60% dari keseluruhan populasi anak di seluruh dunia (Purwati, 2007).
Dari hasil studi pendahuluan tentang pengukuran kecerdasan emosi anak autis yang dilakukan di Pusat Terapi Autis Cahaya Ananda di Kelurahan Kepatihan, Tulungagung pada tanggal 4 Desember 2011 terhadap 3 anak autis. Ditemukan 2 anak mempunyai kecerdasan emosi sedang dan 1 anak mempunyai kecerdasan emosi rendah . Hal ini membuktikan bahwa rata - rata anak autis mengalami gangguan kecerdasan emosi.
Anak Autisme mengalami gangguan perkembangan yang kompleks yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, sehingga mengakibatkan gangguan pada perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan sosialisasi, sensori, dan belajar (Ginanjar, 2001). Anak autisme sering terisolasi dari lingkungan dan hidup di dunianya sendiri, tidak bisa berbicara secara normal, berkomunikasi, berhubungan dengan orang lain dan belajar berinteraksi dengan seseorang. Penyandang autisme pada umumnya tidak mampu mengembangkan permainan yang kreatif dan imajinatif. Oleh karena itu mereka membutuhkan stimulasi agar bisa mengembangkan daya kecerdasan emosidan imajinasinya untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain (Pratiwi, 2007). Terapi autisme menurut Tjin Wiguna (2002) yang ditulis oleh Astuti (2007) adalah penatalaksanaan anak dengan gangguan autisme secara terstruktur dan berkesinambungan untuk mengurangi masalah perilaku dan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangan anak sesuai atau paling sedikit mendekati anak seusianya dan bersifat multi disiplin yang meliputi: (1) terapi perilaku berupa ABA (Applied Behaviour Analysis), (2) terapi biomedik (medikamentosa), (3) terapi tambahan lainnya yaitu, terapi wicara, terapi sensory integration, terapi musik, terapi diet, dll .
Menurut Astuti (2007) juga menemukan bahwa musik dapat, memperbaiki kepercayaan diri, mengembangkan ketrampilan sosial, menaikkan perkembangan motorik persepsi dan perkembangan psikomotor. Pendapat ini didukung oleh penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard, Mark Tramo, (2006). Ia mengatakan, di dalam otak terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Maka dari itu, diperlukan suatu kerjasama antara tenaga pendidik, tenaga medis, termasuk perawat serta psikiatri atau psikolog agar dapat mendeteksi dini dan untuk penanganan secara cepat dan tepat bagi para penderita autis (Pratiwi, 2007)
Metode
Hasil
Kecerdasan emosional anak autis setelah terapi musik :Kecerdasan Emosional | Jumlah | Prosentase |
Kurang Cukup Baik | 3 7 6 | 19 % 43 % 38 % |
Total | 16 | 100 % |
Karakteristik Responden Berdasarkan Derajat Autis :
Derajat Autisme | Jumlah | Prosentase |
Ringan Sedang Berat | 10 3 3 | 62 % 19 % 19 % |
Total | 16 | 100 % |
Uji statistik dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon
Kecerdasan_emosi_posttest - Kecerdasan_emosi_pretest | |
Z | -2.714a |
Asymp. Sig. (2-tailed) a. Based on negative ranks b. Wilcoxon Signed Ranks Test | .007 |
Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon dengan program SPSS for Windows 16.0, diketahui bahwa nilai p-value adalah 0,007, yang berarti kurang dari 0,05, sehingga tolak H0 yang berarti ada pengaruh terapi musik klasik terhadap kecerdasan emosi pada anak autis di Pusat Terapi Autis Cahaya Ananda Kepatihan Tulungagung. Hal ini didukung oleh data tabulasi silang sebelum terapi musik klasik dengan sesudah terapi musik klasik, dan diketahui bahwa pula terdapat 5 responden yang sebelum terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang kurang dan sesudah terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang cukup, serta 5 responden yang sebelum sebelum terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang cukup dan sesudah terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penemuan para peneliti bahwa musik dapat meningkatkan kreativitas, memperbaiki kepercayaan diri, mengembangkan ketrampilan sosial, menaikkan perkembangan motorik persepsi dan perkembangan psikomotor (Astuti,2007). Pendapat ini didukung oleh penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard, Mark Tramo , M.D (2006) yang ditulis oleh Pratiwi, 2007, ia mengatakan bahwa di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Hal inilah yang menyebabkan aliran impuls listrik antar sel berangsur – angsur kembali normal, sehingga terjadi keseimbangan neurotransmitter yang membantu anak untuk berimajinatif dalam rangka meningkatkan kreativitas. lewat tulisan-tulisannya. Ia percaya bahwa objek dari terapi Menurut Margaret Anderton (2002), seorang guru piano berkebangsaan Inggris, yang mengemukakan tentang efek alat musik (khusus untuk pasien dengan kendala psikologis) karena hasil penelitiannya menunjukkan bahwa timbre (warna suara) musik dapat menimbulkan efek terapeutik.
Berdasarkan uraian di atas peneliti berpendapat bahwa terdapat peningkatan kecerdasan emosional anak autis melalui terapi musik klasik, dimana terdapat 5 responden yang sebelum terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang kurang dan sesudah terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang cukup, serta 5 responden yang sebelum sebelum terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang cukup dan sesudah terapi musik memiliki kecerdasan emosional yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa terapi musik klasik bisa meningkatkan kecerdasan emosional pada anak autis, baik dalam aspek intra pribadi (mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi diri, serta memotivasi diri) maupun aspek antar pribadi (memahami emosi orang lain / empati dan membina hubungan dengan orang lain). Hal ini merupakan suatu kondisi yang harus dilakukan secara rutin dan kontinyu agar didapatkan hasil yang maksimal yang bisa membantu perkembangan anak autis selanjutnya
Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon diketahui nilai p-value adalah 0,007, yang berarti kurang dari 0,05, sehingga tolak H0 yang berarti ada pengaruh terapi musik klasik terhadap kecerdasan emosi pada anak autis di Pusat Terapi Autis Cahaya Ananda Kepatihan Tulungagung.
Dalam melakukan penelitian ini peneliti memiliki beberapa keterbatasan yaitu:
Referensi
Minggu, 02 September 2012
Pemberian Jus Apel Batu Malang terhadap Penurunan Kadar Gula Darah
Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit yang bersifat kronis yang terjadi akibat kekurangan insulin. Penyakit ini berhubungan dengan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi gula dalam darah.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus apel Batu Malang terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Kelurahan Tapaan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan.
Metode Penelitian : Desain yang digunakan adalah pre-eksperiment (One – Group Pra - Post test design). Populasi yang diteliti yaitu semua penderita DM tipe II yang hyperglikemia di Kelurahan Tapaan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan sebanyak 37 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Sample yang diambil sebanyak 32 responden di Kelurahan Tapaan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan pada tanggal 2-8 Januari 2012. Data diambil menggunakan observasi tentang kadar gula darah. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan uji T test 2 sample berpasangan dengan tingkat kemaknaan p < 0.05.
Hasil Penelitian : didapatkan bahwa sebelum diberikan jus apel Batu Malang kadar gula darah 100% responden hyperglikemia dan sesudah diberikan jus apel Batu Malang kadar gula darah 83,47% responden hyperglikemia. Hasil uji statistik T test 2 sample berpasangan didapatkan nilai p = 0,000 ( p < 0,05), hal ini berarti ada pengaruh pemberian jus apel Batu Malang terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Kelurahan Tapaan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan.
Kesimpulan : Jus apel Batu Malang mempunyai indeks glikemik (indikator peningkatan gula darah) yang sangat rendah serta kaya quercetin dan pectin(serat larut). Jus apel Batu Malang juga mempunyai kandungan gizi 30% lebih tinggi dibanding kandungan apel import.
![]() |
| Apel Rome Beauty |
Mengenai Saya
- Heri Saputro, S.Kep., Ns., M.Kep
- Program Studi Pendidikan Ners Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia
Popular Posts
-
Oleh : Mochammad Sodiq 1 , Sentot Imami 2 , Heri Saputro 2 Latar Belakang: Trans Uretral Reseksi Prostat merupakan Gold Standar untuk BPH ...
-
Mungkin kita tidak pernah memikiran tentang perkembangan jamban / toilet kita saat ini.. Saat kita di Mall Besar pasti sebagian orang baik d...
-
PENGERTIAN Suatu intervensi non farmakologis dengan menggunakan aliran listrik yang singkat melalui otak untuk menginduksi kejang menyeluruh...
Recent Posts
Unordered List
Text Widget
Pages
Blog Archive
- April 2019 (1)
- Desember 2018 (1)
- Agustus 2018 (1)
- Desember 2017 (1)
- November 2017 (2)
- Juli 2017 (1)
- September 2016 (1)
- Agustus 2014 (1)
- Januari 2014 (1)
- November 2013 (1)
- Oktober 2013 (6)
- Juni 2013 (1)
- Maret 2013 (2)
- Februari 2013 (4)
- Januari 2013 (3)
- November 2012 (3)
- Oktober 2012 (1)
- September 2012 (3)
- Agustus 2012 (2)












